Mampukah Anda Berbuat Baik Pada Orang Yang Hasad
Berkata Imam Ibnul Qoyyim Rohimahullah :
Hal ini termasuk sebab yang paling susah bagi jiwa dan paling berat baginya. Dan tiada yang mendapatkan taufiq untuk itu kecuali orang yang dapat bagian besar dari sisi Allah, yaitu:
Memadamkan api kebencian si pendengki, si zholim, si pengganggu, dengan cara berbuat baik kepadanya.
Setiap kali orang tadi bertambah gangguannya, kejahatannya, kezholimannya dan kedengkiannya
Maka engkau menambah kebaikan kepada orang tadi, nasihat untuknya dan belas kasihan padanya.
Maka dengarlah sekarang firman Alloh عز وجل :
Dan renungkanlah keadaan Nabi صلى الله عليه وسلم yang mengisahkan tentang seorang Nabi yang dipukul kaumnya sampai berdarah, lalu beliau mengusap darah dari dirinya seraya berkata:
Bagaimana terkumpul pada kalimat ini empat bentuk dari ihsan (berbuat baik) untuk merespon besarnya tindakan jelek mereka
. Beliau memaafkan mereka
Permohonan ampun untuk mereka.
. Beliau menyampaikan udzur mereka bahwasanya mereka tidak mengetahui.
Memohon kelembutan untuk mereka dengan memasukan mereka jadi bagian beliau dengan berkata: “ampunilah kaumku”
Sebagaimana seseorang berkata pada orang yang dimintai syafaat di sisinya :
Maka dengarlah sekarang apa yang akan mempermudah perkara ini pada jiwa dan membikinnya menyenangkan untuk jiwa dan membuatnya merasa enak :
Ketahuilah bahwasanya engkau itu punya dosa-dosa antara dirimu dengan Allah yang engkau takut akibat-akibatnya, dan engkau mengharapkan Dia memaafkannya dan mengampuninya untukmu dan memberimu anugrah.
Dan bersamaan dengan ini Allah tidak membatasi diri dengan sekedar maaf tapi bahkan Dia memberimu kenikmatan, memuliakanmu, mendatangkan manfaat-manfaat dan kebaikan padamu melebihi apa yang engkau angan-angankan.
Maka jika engkau mengharapkan dari Robbmu agar Dia itu membalas kejelekanmu dengan kebaikan sebanyak ini,
Bukankah lebih layak bagimu pula untuk menyikapi makhluk-makhluk-Nya dengan hal yang serupa, dan engkau membalas kejelekan mereka dengan begitu juga, agar Allah menyikapimu dengan sikap yang serupa
Karena sesungguhnya balasan itu sesuai dengan amalan.
Sehingga bagaimana engkau merespon kejelekan manusia terhadap hakmu, demikian pula Allah akan merespon dosa-dosamu dan kejelekanmu.
Silahkan kamu pilih, membalas kejelekan(dengan kejelekan) atau memaafkan dan berbuat baik atau meninggalkanya
Seperti apa engkau berbuat begitu pula engkau diperlakukan.
Badai’ul Fawaid 2/374___________________
Channel Telegram UI
http://bit.ly/uimusy
Turut mempublikasikan :
ⓕⓞⓡⓤⓜⓢⓐⓛⓐⓕⓨⓑⓐⓝⓙⓐⓡⓝⓔⓖⓐⓡⓐ
Http://tlgrm.me/salafybanjarnegara
www.radiotarbiyah.com








