Yang Terbaru

(AUDIO) Kesesatan Ali Hasan al Halaby (Syaikh Besar Rodja) - Ustadz Luqman Ba'abduh


DOWNLOAD MP3 ceramah tentang kajian manhaj salaf oleh pemateri al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah.
Pembahasan tentang:
- bolehkah mendengar radio Rodja? apakah radio Rodja salafy?
- salah satu sebab kenapa Radio Rodja ditahdzir oleh 'ulama
- benarkah radio rodja sesat? kenapa radio rodja sesat? Bukti-bukti bahwa radio Rodja sesat.
- syubhat radio rodja dan bantahan tentang radio rodja
- penyimpangan salah satu tokoh besar radio Rodja yaitu Syaikh Ali Hasan al Halaby.
- mengapa radio Rodja dikatakan radio hizby sururi? bantahan/jawaban bahwa radio rodja sururi

▼ Bagian 1-Kesesatan Ali Hasan al Halaby (Syaikh Besar Rodja)

Manfaat pembahasan seputar masalah manhaj antara lain:
- Mengenal kondisi dakwah dan para pelaku dakwah di zaman kita hidup.
- Bahwa apa yang telah diwasiatkan oleh para salafus shalih terkait kewajiban untuk menjauhi ahlul bid'ah, tidak duduk bersama mereka, mendengar ucapan-ucapan, atau membaca buku-buku ahlul bid'ah merupakan wasiat yang berdiri di atas 'ilmu dan realita membuktikan bahwa apa yang mereka wasiatkan adalah benar.

Beberapa kesesatan dan penyimpangan Ali bin Hasan al Halaby (salah satu pemateri Rodja) diantaranya:
1. Memposisikan berbagai permasalahan akidah sebagai permasalahan-permasalahn yang masih memungkinkan terjadinya diskusi dan tidak boleh dijadikan sebagai bahan untuk menyatakan pihak yang menyelisihinya adalah menyimpang.

▼ Bagian 2-Kesesatan Ali Hasan al Halaby (Syaikh Besar Rodja)

Beberapa atsar salafus shalih yang memperingatkan kita untuk tidak bermajelis dengan ahlul bid'ah.

Lanjutan kesesatan dan penyimpangan Syaikh Ali bin Hasan al Halaby: 
2. Pujian dan pembelaan Ali Hasan al Halaby terhadap Risalah Amman yang isinya disimpulkan oleh para 'ulama adalah kesesatan dan kebatilan seperti seruan persatuan agama-agama, seruan untuk beramal dan menjunjung tinggi demokrasi. 

▼ Bagian 3-Kesesatan Ali Hasan al Halaby (Syaikh Besar Rodja)

Lanjutan kesesatan dan penyimpangan Syaikh Ali bin Hasan al Halaby: 
3. Memposisikan khilaf yang terjadi antara 'ulama ahlussunnah dengan para tokoh khawarij (seperti Safar al Hawali, Salman al Awdah, Muhammad bin Surur Zaenal Abidin, Osama bin Laden) sebagai bentuk khilaf ijtihadiyyah.
4. Pujian dan sanjungan Ali Hasan al Halabi terhadap sebuah karya tulis yang berjudul "Ijma'ul Muslimiin 'alaa Ihtiraam Madzaahib ad Diin" yang didalamnya mengandung berbagai aqidah liberalisme, mengajak kepada persatuan agama, serta sikap saling menghormati berbagai mahzab termasuk menghormati akidah syi'ah rafidhah dan khawarij.
5. Keikutsertaan Ali Hasan al Halaby dalam sebuah muktamar kenegaraan pada tahun 2008 yang di dalamnya ditetapkan seruan persatuan agama-agama. 

▼ Bagian 4-Kesesatan Ali Hasan al Halaby (Syaikh Besar Rodja)

Regenerasi yang dilakukan oleh para ahlul bathil untuk membela dan melestarikan kebid'ahannya ada dua jenis, yaitu:
- Regenerasi para tokoh.
- Regenerasi syubhat-syubhat lama dikemas dengan bentuk yang baru.

Beberapa bentuk syubhat tokoh-tokoh Sururiyyah dan Ihya ut Turots serta Ali Hasan al Halabi:
- Syubhat Ikhwanul Muslimin yang dilanjutkan oleh Jika hendak menyikapi seorang tokoh atau sebuah kelompok hendaknya didirikan atas sikap al 'adlu wal inshaf (sikap adil dan sportif).
- Syubhat jika ingin mengkritisi sebuah kelompok atau organisasi jangan hanya menukil ucapan salah satu tokoh atau pemimpinnya, karena ucapan seorang tokoh itu hanya pernyataan pribadi dan tidak bisa mewakili kelompok atau organisasinya. 

▼ Bagian 5-Kesesatan Ali Hasan al Halaby (Syaikh Besar Rodja)

Lanjutan beberapa bentuk syubhat tokoh-tokoh Sururiyyah dan Ihya ut Turots serta Ali Hasan al Halabi:
- Syubhat sikap adil dan inshaf dalam menyebutkan kebaikan dan kejelekan seseorang yang dikritik, jangan hanya menyebutkan kejelekannya saja (sikap muwazanah).
Fatwa 'ulama (Syaikh Nashiruddin al Albani dan Syaikh 'Abdul Aziz bin Baz) tentang manhaj muwazanah.

Jawaban mengapa da'i-da'i rodja dikatakan da'i sururi padahal mereka tidak mengkafirkan pemerintah, tidak mencela pemerintah dan tidak melakukan demonstrasi mengkritisi pemerintah.

▼ Bagian 6-Kesesatan Ali Hasan al Halaby (Syaikh Besar Rodja)

Apa maksud dan bagaimana praktek terkait kaidah Ikhwanul Muslimin yang menyatakan bahwa "Kita bersatu dan bekerjasama dalam berbagai urusan yang kita sepakat tentangnya serta saling memberi udzur dalam hal yang kita berselisih tentangnya".

Lanjutan syubhat Ali Hasan al Halabi: Jangan menjadikan perselisihan kita tentang orang-orang lain di luar ahlussunnah (seperti seorang mubtadi', hizbiyyun, takfiriyyun, sufi, dan yang selain mereka) menjadi sebab perpecahan internal ahlussunnah. 

▼ Bagian 7-Kesesatan Ali Hasan al Halaby (Syaikh Besar Rodja)

Lanjutan syubhat Ali Hasan al Halabi dalam upaya membela dan melindungi ahlul bid'ah: "Aqidah dan manhaj adalah dua hal yang berbeda, mungkin saja seorang aqidahnya salafy namun manhajnya menyimpang."
Fatwa Syaikh 'Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Shalih al Fauzan, dan Syaikh al Albani, tentang aqidah dan manhaj.

Peringatan para salafus shalih (Sulaiman bin Harb, Ibnu 'Aun, Fudhail bin 'Iyadh, Ahmad bin Hambal, Al Barbahary) agar menjauhi ahlul bid'ah, tidak bermajelis dengan ahlul bid'ah dan tidak bermajelis dengan orang yang bermajelis dengan ahlul bid'ah.  

▼ Bagian 8-Kesesatan Ali Hasan al Halaby (Syaikh Besar Rodja)

Lanjutan syubhat Ali Hasan al Halabi: "Jangan mengilzam/memaksakan kepadaku ijtihad atau pendapat orang lain".  
Syubhat Abul Hasan al Ma'ribi: "Kami menginginkan manhaj yang luas dan longgar yang bisa meliputi umat seluruhnya."

Bagaimana tipu daya dan talbis Ali Hasan al Halabi dalam menanamkan kaidah bid'ahnya dengan memotong dan menukil perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah? 
Apakah jarh wa ta'dil merupakan perkara ijtihadiyah?

http://www.ilmusyari.com/2014/05/ustadz-luqman-baabduh-kesesatan-ali.html