Yang Terbaru

MENGENAL KELOMPOK dan TOKOH SESAT ( 3 )


“Aku mengenali kejelekan, bukan untuk berbuat jelek. Tapi agar aku bisa terhindar darinya.”
SURURIYYAH
Sururiyyah adalah sebuah kaum atau kelompok yang berloyal kepada MUHAMMAD SURUR ZAINAL ‘ABIDIN. Orang-orang Sururiyyin ini, pada mereka tercampur antara Sunnah dan Bid’ah. Di antara poin kritik terpenting terhadap Sururiyyah :
1 Mencela Pemerintah, membicarakan (membahas) kejelekan-kejelekan pemerintah. Tentu saja hal itu menyebabkan kejelekan, fitnah, dan bahaya. Bahkan yang tampak, mereka itu MENGKAFIRKAN PEMERINTAH. Kesimpulan ini bisa diambil dari sikap-sikap mereka, bukan dari perkataan-perkataan mereka. Karena memang jalan yang mereka tempuh adalah jalannya Khawarij – atau mirip dengannya – Padahal dalil-dalil yang ada mewajibkan untuk mendengar dan taat kepada pemerintah. Sementara pemerintah kita di negeri ini adalah muslimin, – walillahil hamd – memutuskan dengan syari’at Allah di mahkamah-mahkamah mereka dan menegakkan hukum-hukum had. Mengkafirkan mereka (pemerintah) atau mencelanya – yang menyebabkan sikap memberontak dan membangkan terhadap pemerintah – termasuk TINDAK PENGRUSAKAN YANG SANGAT BESAR. Oleh karena itu : WAJIB untuk WASPADA dari orang-orang yang bermanhaj Sururiyyah ini, atau bahkan BERLEPAS DIRI dari mereka. Lebih-lebih lagi mereka juga telah menyentuh kehormatan para ‘ulama di negeri ini (Saudi ‘Arabia, pen) dengan celaan dan cacian dengan kata-kata kotor, serta menuduh para ‘ulama tersebut dengan tuduhan khianat terhadap agama. Ini merupakan hal yang menunjukkan apa yang tersembunyi di belakangnya.
2 Mereka mengajak untuk berjihad. Namun yang mereka maksud bukan jihad melawan orang kafir. Tampaknya yang mereka maksud adalah MENENTANG PEMERINTAH. Perlu diketahui, bahwa kita tidak membersihkan pemerintah dari kesalahan, apalagi mengatakan pemerintah maksum. Namun kita katakan, wajib mentaati pemerintah dan menasehatinya dengan cara tersembunyi. Karena pemerintah itu masih muslimin. NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang dari memberontak kepada pemerintah. Kecuali apabila terlihat jelas pada pemerintah itu kekufuran yang nyata, yang ada hujjah jelas di sisi Allah dalam hal tersebut.
3 Mereka menyatakan bahwa para ‘ulama di negeri ini (Saudi ‘Arabia) tidak mengerti Fiqhul Waqi’ (kondisi fakta yang ada) Bantahan terhadap mereka : bahwa para mufti dan para qadhi tidaklah berfatwa dalam satu masalah pun, tidak pula memutuskan hukum dalam satu masalah pun kecuali setelah mengetahui waqi’ (fakta/kenyataan)nya yang terkait dengannya, baik sebabnya, tempat bergantungnya hukum, dan akibat-akibatnya. Barangsiapa beranggapan bahwa para ‘ulama dan para qadhi tersebut tidak memahami waqi, maka dia telah menzhalimi diri sendiri, dan telah mengatakan sesuatu yang tidak boleh dia katakan. Adapun mengetahui makar-makar para musuh (yakni orang-orang kafir), maka itu di antara keahlian para tentara (intelejen) di setiap negeri.
Sumber: Kitab al-Fatawa al-Jaliyyah ‘an As-ilah al-Manahij ad-Da’wiyyah, asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah, hal. 101~ 113
WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia