Yang Terbaru

Diantara Sebab Kebarakahan Ilmu

Diantara Sebab Kebarakahan Ilmu


MUHADHARAH (MAGHRIB-ISYA’) USTADZ SYAFRUDDIN HAFIZHAHULLAH DI MA’HAD AS SALAFY JEMBER 3 SHAFAR 1438/2 NOVEMBER 2016
Atas izin Allah subhanahu wata’ala, ilmu akan menjadi barakah dengan beberapa hal berikut:
  1. Ketakwaan sang penuntut ilmu
Seseorang yang bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala akan mudah mendapatkan kebarakahan pada ilmunya.
  1. Memilih guru yang tepat
Hendaknya seorang penuntut ilmu memilih guru yang tepat. Misalnya, seseorang yang ingin mempelajari ilmu hadits, maka pilihlah guru yang ahli dalam bidang hadits, begitu juga orang yang ingin mempelajari ilmu fikih, maka hendaknya ia memilih guru yang ahli dalam bidang fikih. sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menganjurkan untuk belajar al-Qur’an pada ahlinya,
خُذُوا الْقُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ: مِنَ ابْنِ مَسْعُودٍ، وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، وَسَالِمٍ مَوْلَى أَبِي حُذَيْفَةَ
“Ambillah (pelajarilah bacaan) al-Qur’an dari empat orang: dari Ibnu Mas’ud, Ubai bin Ka’ab, Muadz bin Jabal dan Salim maula Abu Hudzaifah”. (HR. al-Bukhari)
Tentunya, yang tidak boleh dilupakan adalah memilih guru yang baik agamanya.
  1. Akhlak mulia
Seorang penuntut ilmu hendaknya memiliki perhatian tinggi terhadap akhlak mulia. Sebagaimana dahulu para ulama’ memiliki perhatian khusus terhadap akhlak, kita tentu ingat bagaimana kisah Yahya bin Yahya an-Naisaburi rahimahullah yang berguru kepada al-Imam Malik rahimahullah untuk mengambil periwayatan hadits dalam kitab Muwattha’ karya beliau.
Ketika periwayatan tersebut telah selesai, Yahya an-Naisaburi rahimahullah tidak beranjak pergi dari al-Imam Malik rahimahullah, ia tetap berguru kepadanya. Al-Imam Malik rahimahullah pun bertanya padanya (maknanya), “Untuk apa kau tetap berada di sisiku (padahalan periwayatan hadits telah selesai)? Yahya an-Naisaburi rahimahullah menjawab (maknanya), “Aku akan mempelajari akhlak darimu”.
Begitu juga kisah al-Imam Ahmad dan sahabatnya Yahya bin Ma’in rahimahumallah yang berguru kepada al-Imam Abdurrazzaq ash-Shan’ani rahimahullah. Suatu hari mereka bertiga hendak berjalan menuju mushalla ied, untuk menjaga adab dihadapan gurunya, al-Imam Ahmad dan Yahya bin Ma’in rahimahumallah bersepakat untuk tidak memulai takbir kecuali jika al-Imam ash-Shan’ani rahimahullah memulainya. Ternyata sepanjang perjalanan menuju mushalla, tidak ada satu pun dari mereka yang bertakbir hingga sampai di mushalla ied.
Kemudian dalam suatu jamuan makan, al-Imam ash-Shan’ani rahimahullah menanyakan kenapa tidak bertakbir di sepanjang perjalanan menuju mushallah? al-Imam Ahmad dan Yahya bin Ma’in rahimahumallah pun mengemukakan alasannya, didapati ternyata al-Imam ash-Shan’ani juga demikian, beliau tidak bertakbir karena menunggu salah satu dari mereka bertakbir dahulu.
Demikianlah para ulama’ kita, mereka adalah orang terdepan dalam menjaga adab dan akhlak. Sudah sepatutnya bagi kita untuk meneladani sikap tersebut.
http://mahad-assalafy.com/2016/11/03/diantara-sebab-kebarakahan-ilmu/

•┈┈••••○○❁💎🖌💎❁○○••••┈┈•

┏━━━━━❃❀❃🎀❃❀❃━━━━━
        📝 BELAJAR MANHAJ SALAF 📝
    ~ Channel Telegram & Whatsapp ~
┗━━━━━❃❀❃🎀❃❀❃━━━━━┛

📕❁ Berbagi Faedah Ilmu Syar'i sesuai  KITABULLAH & SUNNAH sebagai bekal meniti AL-HAQ ❁📌

http://telegram.me/belajarmanhajsalaf
http://bit.ly/belajarmanhajsalaf
🌐 Situs kami :
http://wa-bms.blogspot.co.id
http://assalafiyyat.blogspot.co.id
http://muslimahsalafiyat.blogspot.co.id

•┈┈••••○○❁💎🖌💎❁○○••••┈┈•